
Pantau - Banjir bandang yang menerjang sejumlah desa di Pulau Siau, Kabupaten Kepulauan Siau-Tagulandang-Biaro (Sitaro), Sulawesi Utara, pada Senin dini hari, 5 Januari 2026, telah mengakibatkan 16 orang meninggal dunia dan tiga orang lainnya dilaporkan masih hilang.
Kepala Bidang Kedaruratan BPBD Kepulauan Sitaro, Sonny Belseran, melaporkan kondisi terkini pada Selasa, 6 Januari 2026, dan menyampaikan bahwa proses penanganan darurat telah dilakukan oleh pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat setempat.
"Penanganan darurat yang sudah dan telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat, yaitu mencari, menyelamatkan, dan mengevakuasi korban serta membuka akses jalan," ujarnya.
Daftar Korban Meninggal Dunia
Berikut nama-nama korban yang dinyatakan meninggal dunia akibat banjir bandang:
- Alvin Anise (laki-laki, 23 tahun) – Desa Biau
- Priskila Saol (perempuan, 73 tahun) – Desa Batusenggo
- Hermina Maningide (perempuan, 76 tahun) – Desa Laghaeng
- Rafles Kobis (laki-laki, 74 tahun) – Desa Laghaeng
- Santi Diamanis (perempuan, 35 tahun) – Desa Bahu
- Joan Bangsa (laki-laki, 20 tahun) – Desa Bahu
- El Kamanangan (laki-laki, 4 tahun) – Desa Bahu
- Yanjte Tamaronggehe (laki-laki, 50 tahun) – Desa Bahu
- Fardelin Tamalonggehe (perempuan, 93 tahun) – Desa Bahu
- Frolensi Bawole (perempuan, 74 tahun)
- Kairi Kansil (laki-laki, 2 bulan)
- Jenita Maruf (perempuan, 45 tahun)
- Swingly Dalending (laki-laki, 47 tahun)
- Rahmon Bangsa (laki-laki, 49 tahun)
- Alexius Olongsongke (laki-laki, 41 tahun) – Desa Peling
- Sylvia Pamondolang (perempuan, 36 tahun) – Desa Peling
Tiga Warga Masih Dalam Pencarian
BPBD juga melaporkan tiga warga masih dalam pencarian dan belum ditemukan hingga saat ini:
- Claiton Tatambihe (laki-laki, 3 tahun) – Desa Laghaeng
- Adris Pianaung (laki-laki) – Desa Bahu
- Leon Pianaung (laki-laki) – Desa Bahu
Hujan Lebat Picu Banjir Bandang Dini Hari
Banjir bandang terjadi sekitar pukul 02.45 WITA, dipicu hujan dengan intensitas sangat lebat yang berlangsung selama sekitar lima jam tanpa henti.
Hujan mengguyur beberapa desa dan kampung di Pulau Siau, menyebabkan aliran air bercampur lumpur dan material lain masuk ke kawasan permukiman warga.
BPBD terus melakukan upaya evakuasi dan pencarian korban serta membuka akses jalan yang terputus akibat tumpukan material banjir.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








