
Pantau - Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencatat sebanyak 3.221 warga masih mengungsi akibat bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut pada akhir November 2025.
Sebaran Pengungsi di Enam Kecamatan
Kepala Pelaksana BPBD Agam Rahmat Lasmono menyampaikan bahwa "Ke-3.221 orang ini mengungsi akibat rumah rusak dan berada di zona merah," sehingga belum dapat kembali ke tempat tinggal masing-masing.
Sebanyak 3.221 warga yang masih mengungsi tersebut tersebar di enam kecamatan, yakni Kecamatan Palembayan sebanyak 737 orang, Kecamatan Palupuh 138 orang, Kecamatan Matur 192 orang, Kecamatan Tanjung Raya 1.802 orang, Kecamatan Ampek Koto 12 orang, dan Kecamatan Malalak 280 orang.
Rahmat Lasmono menjelaskan para pengungsi menempati berbagai lokasi dengan menyebutkan bahwa "Mereka mengungsi di tempat ibadah fasilitas pemerintah fasilitas pendidikan dan rumah keluarga," ungkapnya.
Dampak Bencana dan Kondisi Terkini
Pengungsian massal sebelumnya sempat mencapai puluhan ribu orang setelah bencana banjir bandang, tanah longsor, dan banjir melanda Kabupaten Agam secara bersamaan.
Saat ini kondisi banjir dilaporkan telah surut dan cuaca panas turut mendukung sebagian besar warga untuk kembali ke rumah masing-masing.
Rahmat Lasmono menegaskan bahwa "Mereka yang masih mengungsi merupakan orang terdampak langsung," sehingga membutuhkan penanganan lanjutan.
BPBD Agam mencatat jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tersebut mencapai 165 orang yang tersebar di enam kecamatan di Kabupaten Agam.
Selain itu, sebanyak 37 orang dilaporkan masih belum ditemukan hingga saat ini.
Nilai kerusakan dan kerugian akibat bencana diperkirakan mencapai Rp6,94 triliun.
Kerusakan rumah tercatat sebanyak 2.619 unit, fasilitas pendidikan 133 unit, lahan terdampak seluas 2.188,77 hektare, peternakan sebanyak 5.481 ekor ternak, irigasi 303 unit, tempat ibadah 27 unit, jembatan 40 unit, serta bangunan perkantoran sebanyak 30 unit.
- Penulis :
- Ahmad Yusuf








