Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

Kementerian Kehutanan Petakan 49.197 Hektare Area Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

Kementerian Kehutanan Petakan 49.197 Hektare Area Rehabilitasi Pascabencana di Sumatera
Foto: (Sumber: Foto udara tumpukan gelondongan kayu di permukiman di Tabiang Bandang Gadang, Nanggalo, Padang, Sumatera Barat, Selasa (9/12/2025). Gelondongan kayu yang terbawa banjir bandang sejak dua pekan lalu masih tersangkut di wilayah itu. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/tom..)

Pantau - Kementerian Kehutanan melaporkan potensi area untuk rehabilitasi dalam rangka penanganan bencana banjir dan longsor di Sumatera mencapai 49.197 hektare.

Ia menjelaskan pendataan dilakukan terhadap kawasan pascabencana di tiga provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

"Potensi area rehabilitasi untuk penanganan bencana di Aceh mencapai 9.876 hektare, Sumatera Utara 36.271 hektare, dan Sumatera Barat 3.050 hektare," ungkapnya.

Kementerian Kehutanan mencatat Sumatera Utara menjadi provinsi dengan potensi area rehabilitasi terluas berdasarkan hasil identifikasi awal.

Sebelumnya, Kementerian Kehutanan juga mengidentifikasi sejumlah areal rehabilitasi hutan yang telah ditanami namun terdampak banjir dan longsor di wilayah Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Berdasarkan laporan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Agam Kuantan di Sumatera Barat, areal rehabilitasi seluas 1 hektare yang telah ditanami terdampak bencana.

Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Asahan Barumun di Sumatera Utara melaporkan areal seluas 10 hektare di Desa Singgalang terdampak bencana.

Areal tersebut merupakan bagian dari lokasi penanaman yang dilakukan pada tahun 2024.

Di wilayah kerja Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai Krueng Aceh, areal seluas 280 hektare hasil penanaman tahun 2025 dilaporkan terdampak bencana.

Selain itu, areal seluas 40 hektare hasil penanaman tahun 2024 di lokasi berbeda juga mengalami dampak serupa.

Saparis menyebutkan data tersebut merupakan hasil identifikasi cepat yang dilakukan pada periode 28 November hingga 10 Desember 2025.

"Data potensi rehabilitasi ini masih dapat berubah seiring adanya penambahan dan pembaruan data di lapangan," ujarnya.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana melaporkan sebanyak 1.180 orang meninggal dunia akibat bencana di sejumlah wilayah Sumatera.

Sebanyak 145 orang dilaporkan masih berstatus hilang dan sekitar 238 ribu orang tercatat mengungsi berdasarkan data per Jumat 9 Januari.

Penulis :
Aditya Yohan