
Pantau - Politeknik Ahli Usaha Perikanan (AUP) menggelar upacara penghormatan terakhir untuk Deden Maulana, salah satu korban kecelakaan pesawat ATR 42-500, di kampus Politeknik AUP, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, pada Kamis, 22 Januari 2026.
Peti jenazah Deden diselimuti bendera Merah Putih dan diletakkan di tengah ruang auditorium sebagai bentuk penghargaan atas jasa almarhum.
Sejumlah pegawai dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) hadir memenuhi ruangan untuk memberikan penghormatan terakhir.
Lagu "Gugur Bunga" diperdengarkan untuk mengenang Deden Maulana, disertai suasana hening penuh duka.
Di sekeliling ruangan, papan bunga duka cita dari berbagai instansi dan rekan kerja tampak berjejer.
Deden Maulana Diberi Pangkat Anumerta, Ditemukan di Lereng Gunung Bulusaraung
Upacara persemayaman dimulai pukul 10.36 WIB dan berlangsung khidmat.
Dalam kesempatan tersebut, Deden Maulana diberikan pangkat anumerta sebagai bentuk penghargaan atas pengabdian dan jasanya selama bertugas di KKP.
Jenazah Deden ditemukan oleh Tim SAR gabungan pada Minggu, 18 Januari 2026, sekitar pukul 14.20 WITA.
Lokasi penemuan berada di lereng Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, dengan kondisi pesawat jatuh di kedalaman 300 meter.
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) yang ditumpangi Deden diketahui jatuh setelah menabrak gunung pada Sabtu, 17 Januari 2026.
Jenazah Deden teridentifikasi melalui proses post mortem dan ante mortem di Posko DVI Biddokes Polda Sulsel, Jalan Kumala, Makassar, pada Rabu malam.
Deden Maulana diketahui merupakan pegawai Kementerian Kelautan dan Perikanan yang bertugas di bidang pengelolaan barang milik daerah.
Ia menjadi salah satu penumpang dalam kecelakaan pesawat yang menelan korban jiwa tersebut.
- Penulis :
- Aditya Yohan







