Pantau Flash
No market data
HOME  ⁄  Nasional

SMAN 62 Jakarta Tetap Salurkan Makan Bergizi Gratis Meski Pembelajaran Jarak Jauh Akibat Banjir

Oleh Aditya Yohan
SHARE   :

SMAN 62 Jakarta Tetap Salurkan Makan Bergizi Gratis Meski Pembelajaran Jarak Jauh Akibat Banjir
Foto: (Sumber: Orang tua dan siswa mengambil Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMAN 62 Jakarta, Kramat Jati, Jakarta Timur, Jumat (23/1/2026). ANTARA/Siti Nurhaliza/aa..)

Pantau - SMAN 62 Jakarta di Kramat Jati, Jakarta Timur tetap menyalurkan program Makan Bergizi Gratis kepada siswa meskipun kegiatan belajar mengajar dilaksanakan secara Pembelajaran Jarak Jauh akibat banjir yang melanda sejumlah wilayah Jakarta.

Wakil Kepala Sekolah SMAN 62 Jakarta Rini Astuti menjelaskan distribusi Makan Bergizi Gratis tetap dilakukan karena keputusan Pembelajaran Jarak Jauh ditetapkan secara mendadak sehingga pendistribusian makanan tidak dapat dibatalkan.

Pihak sekolah mengurangi jumlah paket Makan Bergizi Gratis untuk mengantisipasi tidak semua siswa dan orang tua datang ke sekolah.

Kuota yang semula berjumlah 648 paket dikurangi menjadi 400 paket menyesuaikan dengan jumlah penerima yang hadir.

Rini Astuti menyampaikan sebagian besar siswa merupakan warga sekitar sekolah sehingga masih bersedia datang untuk mengambil jatah Makan Bergizi Gratis.

"Karena banyak siswa tinggal di sekitar sekolah, mereka masih bisa datang untuk mengambil makanan," ungkap Rini Astuti.

Sekolah mengatur sistem pengambilan dengan meminta siswa dan orang tua membawa wadah makanan sendiri dari rumah.

Kebijakan tersebut diterapkan agar tempat makan milik sekolah tetap berada di lingkungan sekolah dan tidak hilang.

Pihak sekolah mengumumkan kepada orang tua dan siswa agar membawa tempat makan dan plastik untuk memindahkan menu, sementara ompreng tetap berada di sekolah.

Menu Makan Bergizi Gratis hari tersebut terdiri atas nasi, ayam, tahu, buncis, dan buah jeruk.

Sekolah juga membagikan menu tambahan berupa susu, pisang, telur rebus, dan kue.

Salah satu siswa kelas XI A SMAN 62 Jakarta, Kinaya Dwi Juliani, mengaku telah menerima informasi sebelumnya terkait pengambilan Makan Bergizi Gratis.

"Siswa diminta membawa tempat makan dan tas dari rumah untuk mengambil makanan," ujar Kinaya.

Kinaya menerima menu berupa nasi, tahu, ayam, jeruk, tumisan, serta makanan ringan berupa pisang, telur rebus, kue, dan susu.

Ia menyebut makanan tersebut cukup membantu untuk dikonsumsi di rumah sambil mengikuti kegiatan belajar.

SMAN 62 Jakarta memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh bagi seluruh siswa mulai Jumat hingga Rabu 28 Januari akibat banjir.

Proses pembelajaran tetap berjalan seperti biasa melalui platform digital seperti Google Meet, Zoom, dan sistem penugasan daring.

Jam belajar selama Pembelajaran Jarak Jauh tidak mengalami perubahan dan tetap dimulai pukul 07.00 WIB hingga 15.00 WIB.

Sekolah memberikan fleksibilitas kepada guru dalam melaksanakan kegiatan mengajar sesuai kondisi masing-masing.

Guru yang terdampak banjir diperbolehkan mengajar dari rumah, sementara guru yang tidak terdampak tetap dapat datang ke sekolah.

Kebijakan Pembelajaran Jarak Jauh tersebut sejalan dengan keputusan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dalam merespons cuaca ekstrem.

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo memberikan persetujuan kepada Dinas Tenaga Kerja untuk menerapkan kebijakan bekerja dari rumah.

Pramono Anung Wibowo juga mengizinkan Dinas Pendidikan DKI Jakarta mengeluarkan surat edaran terkait Pembelajaran Jarak Jauh.

Langkah tersebut diambil untuk menyikapi kondisi cuaca ekstrem yang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Jakarta.

Penulis :
Aditya Yohan