
Pantau - BPBD Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, melakukan pendataan sementara dampak gempa bumi Magnitudo 6,4 yang terjadi pada Jumat, 6 Februari 2026 dini hari dan mencatat kerusakan bangunan serta korban luka.
Gempa terjadi pada pukul 01.06.11 WIB dengan pusat gempa berada 89 kilometer di selatan Pacitan, Jawa Timur, pada kedalaman 10 kilometer.
Informasi dampak yang masuk ke Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana BPBD Bantul hingga pembaruan pukul 03.45 WIB mencatat empat titik kerusakan.
Komandan Pusdalops PB BPBD Bantul Aka Luk Luk Firmansyah menyampaikan, “Jumlah dampak yang masuk ke Pusdalops PB BPBD Bantul update pukul 03.45 WIB ada empat titik kerusakan,” ungkapnya.
Kerusakan akibat gempa meliputi tiga bangunan rumah dan satu tempat ibadah.
Lokasi kerusakan tersebar di empat kapanewon meliputi Imogiri satu titik, Jetis satu titik, Pundong satu titik, dan Kasihan satu titik.
Jumlah korban luka akibat gempa tercatat sebanyak tujuh orang.
Seluruh korban luka langsung dievakuasi dan dibawa ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.
Rincian penanganan korban luka meliputi tiga orang dirawat di RS PKU Muhammadiyah Bantul, tiga orang dirawat di RSUD Panembahan Senopati, dan satu orang dirawat di fasilitas kesehatan lainnya.
BPBD Bantul telah melakukan berbagai upaya penanganan pascagempa meliputi asesmen lapangan, pengamatan pasang surut air laut, penanganan medis, serta pemantauan gempa susulan.
Penanganan gempa melibatkan berbagai unsur lintas sektor antara lain Palang Merah Indonesia Bantul, PSC 119 Bantul, Sahabat Relawan Indonesia Wilayah 3, rumah sakit, Forum Pengurangan Risiko Bencana kelurahan, dan masyarakat setempat.
BPBD Bantul menyampaikan bahwa proses pendataan masih terus dilakukan dan data dampak gempa yang disampaikan bersifat sementara serta dapat berubah sesuai pembaruan terbaru.
- Penulis :
- Aditya Yohan







