
Pantau - Menteri Koperasi sekaligus Ketua Harian Masyarakat Ekonomi Syariah Ferry Juliantono menyatakan bahwa keuangan syariah dan sektor riil akan tumbuh berdampingan serta saling menguatkan dalam agenda Penutupan Gebyar Ramadan Keuangan Syariah 2026 di Jakarta pada Kamis, 2 April 2026.
Sinergi Keuangan Syariah dan Sektor Riil
Ia menegaskan bahwa penguatan keuangan syariah tidak dapat dipisahkan dari sektor riil seperti UMKM, industri halal, dan usaha produktif lainnya.
Ia mengatakan, "Penguatan keuangan syariah pada periode ini tidak bisa dilepaskan dari penguatan sektor riil karena sebenarnya di kegiatan itulah keuangan syariah pada hakikatnya akan tumbuh berdampingan dan saling menguatkan antara aktivitas ekonomi riil baik itu UMKM Usaha Mikro Kecil Menengah industri halal maupun usaha produktif yang lain-lainnya yang ada di masyarakat."
Ia juga menekankan pentingnya memperluas literasi dan inklusi keuangan syariah hingga ke tingkat desa sebagai bagian dari strategi pembangunan ekonomi.
Keberadaan Koperasi Desa atau Kelurahan Merah Putih yang telah dibangun dalam jumlah puluhan ribu disebut menjadi infrastruktur penting dalam penguatan ekosistem ekonomi syariah.
Koperasi Desa Jadi Pusat Pertumbuhan Baru
Ia menyebut koperasi desa akan difungsikan sebagai pusat distribusi produk UMKM melalui gerai ritel modern yang dikelola secara terintegrasi.
Ia mengatakan, "Kalau perlu kami prioritaskan seluruh produk-produk UMKM yang ada di daerah-daerah akan kita prioritaskan untuk mengisi gerai-gerai yang ada di koperasi-koperasi desa yang salah satu aktivitasnya adalah retail yang akan dikelola secara modern yang jumlahnya puluhan ribu."
Kementerian Koperasi akan mendorong program kurasi, inkubasi, serta pembiayaan untuk memastikan produk UMKM mampu bersaing di pasar.
Ia mengatakan, "UMKM di seluruh daerah yang enggak usah takut produknya enggak laku karena pasti kami jamin itu akan kita prioritaskan dijual di gerai-gerai atau rak-rak yang ada di koperasi-koperasi desa kelurahan merah putih Ini juga akan menumbuhkan perilaku yang semula dari masyarakat kita yang hanya jadi konsumen sekarang bisa berkembang menjadi produsen."
Program tersebut diharapkan mampu mengubah pola ekonomi masyarakat dari konsumtif menjadi produktif.
Ia menambahkan, "Banyak produk-produk yang sebenarnya sangat baik yang ada di daerah-daerah yang kalau kemarin agak kesulitan masuk jual ke retail-retail sekarang kita buka kesempatannya akan kita prioritaskan bagi produk-produk lokal yang ada."
Pemerintah membuka akses lebih luas bagi produk lokal untuk dipasarkan melalui jaringan koperasi desa guna memperkuat ekonomi berbasis komunitas.
- Penulis :
- Arian Mesa









