Pantau Flash
Kematian Babi Akibat Virus ASF di NTT Mencapai 22.000 Ekor
Rakyat Rusia Setuju Presiden Vladimir Putin Berkuasa hingga 2036
Bansos Rp300 Ribu Hanya Dibagikan Sebulan Sekali Mulai Juli untuk Warga DKI
Kasus Positif COVID-19 di Indonesia Tembus 60.000 per 3 Juli
Presiden Jokowi Bersyukur Status Indonesia Naik Menengah ke Atas

Pelaku Penembakan Massal Masjid Selandia Baru Akhirnya Mengaku Bersalah

Headline
Pelaku Penembakan Massal Masjid Selandia Baru Akhirnya Mengaku Bersalah Brenton Harrison Tarrant jalani sidang perdana kasus penembakan brutal di dua masjid di Selandia Baru. (Foto: Reuters)

Pantau.com - Pelaku penembakan brutal pada dua masjid di Christchurch, Selandia Baru, akhirnya mengaku bersalah di persidangan dan menerima seluruh dakwaan jaksa.

Seorang pria asal Australia, Brenton Tarrant, pelaku penembakan didakwa dengan 51 tuduhan pembunuhan. Ia akhirnya mengaku bersalah atas 40 tuduhan percobaan pembunuhan dan satu tuduhan melakukan tindakan teroris.

"Ia telah dihukum atas masing-masing atas dakwaan itu. Masuknya permohonan bersalah merupakan langkah yang sangat signifikan untuk membawa finalitas ke proses pidana ini," kata Hakim Cameron Mander, dikutip Al Jazeera, Kamis (26/3/2020).

Baca juga: Penyintas Penembakan Selandia Baru: Saya Luput dari 2 Peluru Tarrant

Belum diketahui jadwal sidang vonis digelar. Tarrant akan dikembalikan ke tahanan. Dikarenakan Selandia Baru lockdown karena virus corona, selama persidangan berlangsung, hanya dihadiri sejumlah staf, pengacara, dan beberapa media. 

Menanggapi hal tersebut, Perdana Menteri Jacinda Ardern mengatakan, pengakuan bersalah mungkin akan memberikan sedikit kenyamanan untuk keluarga yang ditinggalkan dan mereka yang selamat dari insiden itu.

"Permohonan bersalah akan memberikan beberapa bantuan kepada banyak orang yang hidurpnya hancur oleh apa yang terjadi pada 15 Maret," ujar Ardern.

Baca juga: Sebar Video Penembakan Selandia Baru akan Dihukum Penjara

Penembakan massal terburuk di Selandia Baru terjadi pada 15 Maret 2019, di mana pelaku secara membabi-buta menembaki umat Islam yang akan melakukan salat Jumat di masjid di Christchurch. 

Dalam aksinya, Tarrant melepaskan tembakan ke jemaah di Masjid Al Noor dan Masjid Linwood, lalu menyiarkan aksinya melalui live streaming Facebook. 

Setidaknya ada 51 orang meninggal dunia dan puluhan orang luka-luka dalam insiden itu. Tarrant juga diketahui merupakan penganut paham supremasi putih. 

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: