Pantau Flash
Kemenhub Siapkan Payung Hukum untuk Sepeda Listrik
China Pecat Sejumlah Pejabat Pasca Pasien Korona di Penjara Meningkat
WNI yang Dievakuasi dari Kapal Diamond Princess Langsung Dikarantina
Persija Hadapi Tim Singapura dalam Tajuk 'The Dream Team'
Presiden Jokowi Serahkan SK Perhutanan Sosial Seluas 73,6 Ribu Hektar

Texas Konfirmasi Kasus Virus Korona, Total Kasus di AS Jadi 15 Orang

Texas Konfirmasi Kasus Virus Korona, Total Kasus di AS Jadi 15 Orang Arsip foto. Seorang wanita mengenakan masker di Chinatown setelah pecahnya coronavirus novel, di Chicago, Illinois, 30 Januari 2020 AS. (Foto: Reuters/Kamil Krzaczynski)

Pantau.com - Otoritas Texas melaporkan kasus baru virus korona pada seorang yang telah dievakuasi dari China. Laporan ini menandai kasus virus di Amerika menjadi 15 orang.

Pasien yang saat ini berada di bawah karantina di Pangkalan Angkatan Udara Lackland di San Antonio, pada Rabu malam (13/2) waktu setempat, dikonfirmasi terinfeksi virus yang dikenal sebagai Covid-19, menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit.

Baca juga: Usai Jokowi, Kini Giliran Mahathir Ditelepon Presiden China Terkait Korona

"Pasien saat ini diisolasi dan menerima perawatan medis di rumah sakit yang ditunjuk di dekatnya," demikian menurut pernyataan otoritas setempat, dikutip New York Post, Jumat (14/2/2020).

Pasien baru di Texas itu merupakan salah satu pelancong yang dievakuasi dari China dengan pesawat carteran pada 7 Februari silam. Lebih dari 600 orang saat ini berada di bawah karantina usai dievakuasi dari sebuah kota di China.

"Kemungkinan akan ada kasus tambahan dalam beberapa hari dan minggu mendatang, termasuk di antara orang yang baru saja kembali dari Wuhan," kata CDC.

Baca juga: Jumlah Korban Terjangkit Virus Korona di Malaysia Bertambah Jadi 19 Orang

Texas sebelumnya tidak pernah melaporkan kasus coronavirus dan pengungsi lainnya di pangkalan San Antonio sedang dipantau untuk gejala virus tersebut.

Virus corona telah membunuh lebih dari 1.300 orang dan menginfeksi lebih dari 48.000 di China, tetapi belum ada kematian yang dilaporkan di Amerika Serikat.

Tim Pantau
Editor
Kontributor - NPW
Penulis
Kontributor - NPW
Category
Internasional

Berita Terkait: