Pantau Flash
Mendag: Neraca Perdagangan RI Surplus dan Tertinggi
Jawa Tengah Bagian Selatan Masih Berpotensi Diguyur Hujan Ekstrem
Formula 1 Bakal Mentas di Sirkuit Kota Jeddah Arab Saudi untuk Pertama Kali
Perancis Tingkat Keamanan ke Level Tertinggi Pasca Penusukan di Gereja
Garuda Akan Garap Penerbangan Kargo untuk Ekspor Produk Laut

Baku Tembak TNI-KBB di Papua, Pendeta Yeremia Meninggal karena Tertembak

Headline
Baku Tembak TNI-KBB di Papua, Pendeta Yeremia Meninggal karena Tertembak Ilustrasi. (Pantau.com/Amin H. Al Bakki)

Pantau.com - Pendeta Yeremia Zanambani dilaporkan meninggal dunia akibat ditembak kelompok kriminal bersenjata (KKB) di Hipadipa, Kabupaten Intan Jaya, Papua.

"Memang benar ada laporan tentang meninggalnya tokoh agama akibat luka tembak di Kampung Hitadipa, Distrik Hitadipa, Intan Jaya pada Sabtu (19/9)," kata Kapen Kogabwihan III, Kol Czi IGN Suriastawa melalui rilisnya, di Jayapura, Minggu (20/9/2020).

Dia menjelaskan, tidak benar korban ditembak TNI, seperti yang disebar di media sosial karena itu fakta yang diputarbalikkan. KKB dan kelompoknya senantiasa memutarbalikkan fakta tentang berbagai insiden yang terjadi, sekaligus untuk menyudutkan TNI/Polri dan Pemerintah.

Baca juga: Pesawat Dabi Air Ditembaki di Bandara Bilogai Papua oleh KKB

Selain itu, apa yang dilakukan KKB dan kelompoknya adalah mencari momen untuk menarik perhatian menjelang Sidang Umum PBB, ujar Kol Suriastawa pula.

Sebelumnya dilaporkan terjadi kontak tembak antara TNI dengan kelompok kriminal sipil bersenjata (KKSB) di sekitar Koramil Persiapan Hipadipa, Kabupaten Intan Jaya, Sabtu (19/9/2020).

Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Arm Reza Nur Patria di Jayapura pada Sabtu (19/9),  membenarkan bahwa Pratu Dwi Akbar Utomo, anggota TNI yang tergabung dalam satuan tugas bawah kendali operasi (BKO) aparat teritorial tewas tertembak dalam kontak tembak.

Baca juga: Baku Tembak TNI-KKSB Pecah di Intan Jaya, Satu Prajurit Gugur

Dijelaskannya, korban yang merupakan anggota Yonif 711/RKS/Brigif 22/OTA, Kodam XIII/MDK yang di BKO kan ke Kodam XVII Cenderawasih meninggal akibat luka tembak yang dideritanya. Dalam kontak tembak yang terjadi pukul 13.20 wit itu menyebabkan korban tertembak dan sempat di bawa ke puskesmas Sugapa. 

Dalam bulan September tercatat tiga kasus penyerangan dan penembakan terhadap warga sipil dan TNI hingga menewaskan dua anggota TNI-AD dan satu warga sipil serta dua sipil lainnya terluka.

Adapun nama-nama korban, yaitu pada kejadian Selasa (15/9), dua tukang ojek terluka, Kamis (17/9) dua orang meninggal, yakni Serka Sahlan dan Badawi yang berprofesi tukang ojek, serta pada Sabtu (19/9) dua orang meninggal, yakni Pratu Dwi Akbar Utomo dan Pdt Yeremia Zanambani.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: