Pantau Flash
Antonio Banderas Umumkan Positif COVID-19 di Hari Ulang Tahunnya
Pemerintah Perpanjang Stimulus Keringanan Listrik hingga Akhir Tahun
Rusia Jadi Negara Pertama di Dunia yang Setujui Vaksin COVID-19
Menteri Budi: Masa Pandemi Ancam Kebangkrutan Industri Penerbangan
Pemotongan Sapi 'Tidak Manusiawi' di Aceh Disorot Media Asing

Nantangin Polisi Pakai Airsoft Gun, Penjual Sabu Tinggal Batu Nisan

Nantangin Polisi Pakai Airsoft Gun, Penjual Sabu Tinggal Batu Nisan Aparat Kepolisian Resor Kota Sidoarjo menyita barang bukti narkoba jenis sabu-sabu (Foto: Antara/Indra)

Pantau.com - Aparat Kepolisian Resort Kota (Polresta) Sidoarjo, Jawa Timur, menembak mati seorang pelaku pengedar narkoba jenis sabu-sabu berinisial S karena melawan saat akan ditangkap petugas.

Wakapolresta Sidoarjo AKBP Deny Agung Andriana mengatakan, dari tangan pelaku, petugas berhasil menyita beberapa barang bukti seperti senjata air soft gun.

"Selain itu, petugas juga berhasil menyita barang bukti lainnya seperti narkoba jenis sabu-sabu seberat satu kilogram yang disimpan dalam 10 paket," katanya saat rilis di Mapolresta Sidoarjo, Jumat (31/7/2020).

Baca juga: Jendral Melawan saat Penangkapan, Terpaksa Dihantam Timah Panas

Ia mengemukakan, penangkapan kasus itu bermula saat petugas mendapatkan informasi terkait dengan peredaran narkoba di Sidoarjo.

"Kemudian petugas melakukan penyelidikan dan mengarah kepada pelaku, sesuai dengan ciri-ciri yang didapatkan," katanya.

Ia menjelaskan, petugas kemudian berusaha menangkap pelaku karena tidak ingin buruannya itu kabur. "Akan tetapi, saat akan ditangkap petugas, pelaku kemudian mengeluarkan senjatanya tersebut. Karena dirasa membahayakan, petugas kemudian melakukan tindakan tegas dan terukur hingga pelaku meninggal dunia," katanya.

Baca juga: Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 16,7 Kg Sabu dalam Bungkus Teh di Aceh

Petugas, kata dia, selanjutnya membawa pelaku ke Rumah Sakit Pusdik Porong Sidoarjo untuk diotopsi.

"Dalam kasus itu pelaku dikenakan UU nomor 35 2009 pasal 114, 112 dan 113," katanya.

Ia menambahkan, pihak kepolisian juga masih menelusuri asal muasal narkoba tersebut dengan melakukan pengembangan lebih mendalam. "Kami mendapatkan informasi kalau narkoba itu merupakan jaringan lapas," katanya.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Widji Ananta
Penulis
Widji Ananta

Berita Terkait: