Forgot Password Register

Headlines

Jaksa Ungkap Peran Idrus Marham dalam Pemberian Suap Kotjo pada Eni Saragih

Jaksa Ungkap Peran Idrus Marham dalam Pemberian Suap Kotjo pada Eni Saragih Idrus Marham (Foto: Pantau.com/ Lilis Varwati)

Pantau.com - Tersangka Eni Maulani Saragih disebut menggunakan uang suap proyek PLTU Riau-1 dari pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo untuk keperluan suaminya, Al Khadziq, dalam pencalonan sebagai Walikota Temanggung. Pada surat dakwaan Kotjo yang telah dibacakan Jaksa KPK disebutkan Eni menerima uang sebanyak Rp 250 juta.

Jaksa menyebut pemberian uang itu tidak lepas dari peran Idrus Marham yang ketika itu telah menjabat sebagai Menteri Sosial. Pada 5 Juni 2018 Eni mengajak Idrus bertemu Kotjo di kantor Graha BIP

Baca juga: Resmi Ditahan KPK, Ini Kata Idrus Marham

"Idrus Marham kemudian meminta terdakwa (Kotjo) memenuhi permintaan Eni Maulani Saragih dengan mengatakan 'tolong adik saya ini dibantu, buat pilkada'," tutur Jaksa saat membacakan surat dakwaan Kotjo dalam sidang perdana kasus suap PLTU Riau-1 di Pengadilan Negeri Tipikor Jakarta Pusat, Kamis, 4 Oktober 2018.

Masih pada hari yang sama, lanjut jaksa, Eni kembali menghubungi Kotjo dan menyampaikan bahwa ia sedang mengupayakan segera ditandatangani amandemen perjanjian konsorsium proyek PLTU Riau-1 dengan anak perusahaan Kotjo, PT Samantaka Batubara.

Baca juga: Idrus Marham Tak Pernah Terima Uang Suap, Kata Kuasa Hukumnya

Eni juga berjanji akan mempertemukan Kotjo dengan Dirut PLN Sofyan Basir dan Direktur Pengadaan Strategis 2 PLN Supangkat Iwan Santoso untuk kesepakatan kerjasama tersebut.

Baru pada 7 Juni 2018, bertempat di kantor pusat PT PLN dilakukan penandatanganan amandemen perjanjian konsorsium proyek PLTU Riau-1 oleh PT PJBI, PT CHEC (perusahaan China) dan perusahaan milik Kotjo Blackgold Natural Recourses.

Sehari kemudian, pada 8 Juni 2018, Eni kembali meminta Idrus menghubungi Kotjo terkait permintaan uang untuk pilkada suaminya.

"Untuk itu Idrus Marham kemudian menghubungi terdakwa melalui pesan WhatsApp dengan kalimat 'Maaf bang, dinda butuh bantuan untuk kemenangan Bang, sangat berharga bantuan Bang Koco…Tks sebelumnya'. Setelah mendapatkan pesan WhatsApp tersebut, terdakwa memberikan uang sejumlah Rp 250 juta kepada Eni Maulani Saragih melalui Tahta Maharaya di kantor terdakwa," papar jaksa.

Baca juga: Idrus Marham Imbau Kader Golkar Tak Bawa Nama Partai ke Pusaran Kasus PLTU Riau-1

Jaksa menyebut awalnya Eni meminta uang Rp 10 miliar kepada Kotjo, untuk kebutuhan Pilkada suaminya. Permintaan tersebut diajukan Eni pada 27 Mei 2018 melalui pesan WhatsApp.

"Namun terdakwa menolak permintaan tersebut dengan mengatakan 'saat ini cashflow lagi seret'," ucap Jaksa.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More