Pantau Flash
Kuwait Minta Komunitas Internasional Segera Tanggapi Aksi Iran
Ungkit Kemesraan dengan PDIP di Era SBY, Demokrat Inginkan Kursi Ketua MPR
Polisi Klaim Kantongi Identitas Bandar Besar Pemasok Narkoba ke Nunung
Tatap SEA Games 2019, Cabor Renang Ikut Kejuaraan Dunia di Korsel
Lanjutan Sidang Sengketa Pileg 2019, MK Putus 260 Perkara

Kasus Suap Meikarta: KPK Ambil Sampel Suara Bupati Bekasi

Kasus Suap Meikarta: KPK Ambil Sampel Suara Bupati Bekasi Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin (Foto: Antara/Sigid Kurniawan)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengambil sampel suara Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin terkait perkara suap perizinan proyek Meikarta di Cikarang, Jawa Barat. Sampel suara itu dibutuhkan untuk keperluan barang bukti. 

"Terhadap Neneng Hasanah Yasin, Bupati Kab Bekasi, tadi diambil contoh suara untuk keperluan pembuktian," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah di Gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (7/11/2018).

Baca juga: Kasus Suap Meikarta: KPK Sita Uang Ratusan Juta dari Rumah Bupati Neneng

Febri menambahkan KPK telah mendapatkan bukti komunikasi sejumlah pihak terkait dugaan suap proyek Meikarta tersebut. Namun Febri enggan menjelaskan pihak yang terlibat pada komunikasi tersebut. 

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin bersama empat orang Kadis Pemkab Bekasi diduga menerima suap Rp7 miliar dari para pimpinan Lippo Group. Uang tersebut merupakan bagian dari komitmen fee yang dijanjikan sebesar Rp13 miliar. Suap terkait dengan izin-izin pembangunan Meikarta yang sedang diurus oleh Lippo Group. Luas lahan yang rencananya akan dibangun total 774 hektare yang dibagi dalam tiga fase. KPK menyebut pemberian Rp7 miliar merupakan uang untuk fase pertama.

Baca juga: Suap Meikarta, KPK Periksa Kabid Tata Tuang Dinas PUPR Kabupaten Bekasi

Saat KPK melakukan operasi tangkap tangan pada Minggu, 14 Oktober 2018, diduga telah terjadi transaksi pemberian suap sebanyak SGD90 ribu dari Konsultan Lippo Group Taryudi kepada Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kab. Bekasi Neneng Rahmi. 

Selain Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin; terdapat empat orang lain yang diduga ikut menerima sual. Di antaranya Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Kab. Bekasi Neneng Rahmi; Kadis PUPR Kabupaten Bekasi Jamaluddin; Kadis Pemadam Kebakaran Pemkab Bekasi Sahat MBJ Nahar; dan Kadis Penanaman modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu (DPM-PPT) Kabupaten Bekasi Dewi Tisnawati.

Sedangkan sebagai pemberi suap di antaranya, Direktur operasional Lippo Group Billy Sindoro; pegawai Lippo Group Henry Jansen; dan dua konsultan Lippo Group Taryudi juga Fitra Djaja Purnama. 

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Adryan Novandia
Penulis
Adryan Novandia
Reporter
Lilis Varwati
Category
Nasional

Berita Terkait: