Pantau Flash
Bank Dunia Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh di 2020
Ma'ruf Amin Minta Menag Sempurnakan Lagi PMA Majelis Taklim
5 Klub Perebutkan 2 Tiket Sisa ke 16 Besar Liga Champions
Patung Bung Karno Diresmikan di Stasiun Blitar
Hati-hati! KM 40-86 Tol Cipali Rawan Kecelakaan

KKP Prioritaskan Pengembangan Budi Daya Udang dengan Sistem Klaster

KKP Prioritaskan Pengembangan Budi Daya Udang dengan Sistem Klaster Udang. (Foto: Antara)

Pantau.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memprioritaskan pengembangan budi daya udang dengan sistem klsster yang dinilai juga dapat membuat investasi terhadap komoditas tersebut dapat lebih mudah karena terpusat di satu kawasan.

"Budidaya udang berbasis klaster merupakan bagian upaya KKP dalam mengembangkan prinsip budidaya secara bertanggung jawab dan berkelanjutan," kata Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo, di Jakarta, Senin (2/12/2019).

"Dengan prinsip klaster, pengelolaan budi daya udang dilakukan dalam satu kawasan dengan manajemen teknis dan usaha yang dikelola secara bersama," lanjutnya. 

Menurut Edhy Prabowo, tujuan dari prinsip klaster tersebut adalah untuk meminimalkan kegagalan serta dalam rangka meningkatkan produktivitas namun tetap bersifat ramah lingkungan.

Baca juga: 4 Fakta Ikan King Kobia yang Memiliki Nilai Ekonomis Tinggi

Menteri Kelautan dan Perikanan juga menyatakan, pihaknya juga memiliki program Pengelolaan Irigasi Tambak Partisipatif (PITAP) yang dilakukan untuk meningkatkan fungsi jaringan saluran irigasi tambak milik pembudidaya yang mengalami penurunan.

Dukungan infrastruktur itu, ujar dia, akan meningkatkan luas lahan tambak yang terfasilitasi sumber daya air yang baik, sehingga berdampak terhadap peningkatan produksi budi daya. Di samping itu, PITAP akan mempermudah aksesibilitas dan konektivitas dalam pengembangan perikanan budi daya.

"Kita ingin daya saing udang kita naik dan target saya yakni memperluas pasar dan meningkatkan supply share kita di pasar ekspor. Ini tantangan kita ke depan," katanya.

Karena itu, KKP mendorong pemangku kepentingan komoditas udang nasional untuk konsisten dalam memenuhi persyaratan nontariff barrier melalui penerapan Indonesian Good Aquaculture Practice (IndoGAP). FYI, IndoGAP memuat cara budi daya ikan yang baik juga cara pembenihan ikan yang baik guna menjamin keberlanjutan pengembangan udang di berbagai daerah di Indonesia.

Baca juga: Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan, KKP Kerja Sama dengan Bank Dunia

"Pembudidaya diminta untuk mulai menghindari penggunaan induk atau calon induk udang dari tambak untuk mengantisipasi sebaran penyakit," ucapnya.

Selain itu, penataan sistem produksi diarahkan agar lebih integratif dan efisien yakni melalui pengembangan broodstock center, naupli center, baik milik pemerintah maupun swasta dengan menghasilkan induk dan benur dengan performa bagus.

Untuk mewujudkan hal tersebut, lanjutnya, diperlukan pembangunan sistem logistik benur, sehingga para pembudidaya udang mendapatkan benur berkualitas dengan harga yang efisien. Edhy juga mengimbau pelaku usaha untuk mengembangkan inovasi teknologi dengan tetap mempertimbangkan daya dukung lingkungan. KKP terus mendorong pengembangan budi daya udang jerbung dengan cara antara lain memberikan bantuan dan pendampingan kepada pembudidaya.

"Udang jerbung merupakan komoditas yang tepat untuk dikembangkan di Indonesia karena ketersediaan induk hampir tersedia di seluruh wilayah perairan Indonesia, sehingga memudahkan untuk dilakukan pengembangan," kata Dirjen Perikanan Budi daya KKP Slamet Soebjakto. Menurut Slamet Soebjakto, selain merupakan jenis udang lokal asli Indonesia, secara teknis komoditas ini mempunyai potensi ekonomi yang lebih menguntungkan dengan biaya produksi usaha yang lebih efisien serta lebih tahan terhadap penyakit.

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Tatang Adhiwidharta
Penulis
Tatang Adhiwidharta
Category
Ekonomi

Berita Terkait: