Forgot Password Register

Kode Initiative: Jokowi dan Prabowo Tidak Konsen Isu Hukum

Kode Initiative: Jokowi dan Prabowo Tidak Konsen Isu Hukum Kode Initiative. (Foto: Pantau.com/Lilis Varwati)

Pantau.com - Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo maupun calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto sama-sama tidak menempatkan isu hukum sebagai konsen utama pada visi dan misi keduanya. Menurut Direktur Kode Initiative Veri Junaidi, program kerja kedua capres itu lebih banyak membahas isu perekonomian dan pendidikan.

"Baik Prabowo maupun Jokowi sebenarnya lebih konsen pada isu terkait perekonomi dan pendidikan. Itu dua isu yang sangat menjadi perhatian, bahkan porsinya bisa lebih dari 50 persen program yang kemudian diusung kedua calon. Sedangkan isu hukum tidak menjadi konsen," kata Veri dalam diskusi di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Minggu (13/01/2019). 

Menurut Veri, isu hukum juga tidak menjadi konsen Jokowi dalam Nawa Cita jilid I. Penyelesaian mengenai isu Hak Asasi Manusia (HAM) dan regulasi dinilai tidak mempunyai ruang cukup selama masa pemerintahan Jokowi.

"Di Nawa Cita kedua itu akan jadi perhatian juga. Tapi pak Jokowi ada 258 program, Prabowo ada 230 program. Dari sebanyak itu program isu hukum (dalam visi misi Jokowi) ada di posisi ke enam. Prabowo di urutan ke tujuh," kata Veri.

Baca juga: Ini Maksud Jokowi Sebut Jadi Pemimpin Harus Punya Pengalaman

Dari isu hukum tersebut, Veri melihat setidaknya ada lima program yang dimiliki masing-masing capres.

"Dari urutan keenam dan ketujuh isu yang jadi konsen keduanya terkait program penegakan hukum paling tidak ada lima isu. Reformasi hukum pidana dan lembaga pemasyarakatan, kedua soal hukum perdana, Ketiga prinsip penegakan hukum, kemudian per Undang-undangan dan pemberantasan korupsi," paparnya.

Baca juga: Sst, Sandiaga Uno Bocorkan Isi Pidato Prabowo Subianto

Meski begitu, Veri menilai program tersebut belum cukup. Ia berharap di sisa waktu menjelang debat pertama pilpres mengenai Hukum, HAM, korupsi, dan terorisme pada 17 Januari mendatang, kedua pasangan calon bisa menambah perhatian mereka terhadap isu tersebut.

"Sebenarnya kurang bahagia juga bagi kami orang hukum. Kita berharap paling tidak di debat pertama jadi perhatian betul baik kedua paslon, terutama dari yang kemarin belum muncul dan kemudian menjadi konsen publik bisa menjadi perhatian," pungkasnya.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More