Forgot Password Register

KPK Indikasikan Ada Tindak Korupsi Lain dalam Kasus Suap Bupati Lampung Selatan

Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan (Foto: Antara/ Dhemas Reviyanto) Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan (Foto: Antara/ Dhemas Reviyanto)

Pantau.com - Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengonfirmasi bahwa penyidik tengah menelusuri kemungkinan adanya tindak korupsi lain pada perkara suap Bupati Lampung Selatan. Febri menjelaskan saat ini penyidik masih menelusuri informasi terkait dugaan fee proyek-proyek lainnya di Dinas PUPR Lampung Selatan.

"KPK mulai melakukan pengembangan dalam kasus Lampung Selatan. Kami lakukan penelusuran informasi terhadap fee proyek-proyek lain di tahun 2016, 2017 dan 2018 di Dinas PUPR. Sampai saat ini Penyidik terus menyisir dan mengidentifikasi dugaan fee sekitar Rp56 Milyar dalam proyek-proyek tersebut," kata Febri, Rabu (10/10/2018).

Baca juga: Resmi Ditahan KPK, Bupati Lampung Selatan: Kita Hanya Bantu Tarbiyah

Secara bersamaan, lanjut Febri, KPK juga tengah melakukan pemetaan aset milik para tersangka yang telah ditetapkan dalam kasus ini. Pemetaan aset itu diperlukan untuk kepentingan asset recovery agar bisa disita KPK jika tersangka sudah terbukti di pengadilan hingga inkracht atau berkekuatan hukum tetap.

"Maka aset-aset yang pernah dikorupsi dapat dikembalikan ke masyarakat melalui mekanisme keuangan negara," jelasnya.

Dalam kasus ini KPK telah menetapkan status tersangka kepada Bupati Lampung Selatan Zainudin Hasan. Adik Ketua MPR Zulkifli Hasan itu diduga menerima suap dari pihak swasta CV 9 Naga, Gilang Ramadhan. Suap terkait pengadaan barang dan jasa di Pemkab Lampung Selatan tahun anggaran 2018.

KPK menduga pemberian uang dari Gilang kepada Zainudin merupakan fee proyek sebesar 10 hingga 17 persen di lingkungan Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan. Zainudin juga diduga mengarahkan semua pengadaan proyek pada Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan harus melalui Agus Bhakti Nugraha yang merupakan orang kepercayaan Zainudin.

Melalui Agus itu, perusahaan Gilang bisa mendapat 15 proyek di Lampung pada 2018 dengan total nilai proyek sebesar Rp 20 miliar.

KPK telah menetapkan tiga orang tersebut sebagai tersangka sejak 27 Juli 2018 lalu. Selain mereka, Kadis PUPR Kabupaten Lampung Selatan Anjar Asmara juga ikut menjadi tersangka KPK.

Terhadap Zainudin Hasan, Febri menyebutkan penyidik telah memeriksa saksi sebanyak 50 orang yang terdiri dari unsur Anggota DPRD Provinsi Lampung, ASN Pemkab Lampung Selatan, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lampung Selatan, Kabid Pengairan Dinas PUPR Kab. Lampung Selatan, Direktur PT Prabu Sungai Andalas, Kabid Pengairan Dinas PUPR Kab. Lampung Selatan, dan Komisaris dan Karyawan PT 9 Naga Emas.

Baca juga: Usut Kasus Suap Adik Ketua MPR, KPK Periksa Tiga Saksi

Sedangkan penyidikan untuk tersangka Gilang Ramadhan telah selesai sejak 24 September 2018.

"Kemudian dilimpahkan ke Penuntutan dan pengadilan. Sidang perdana akan dilakukan pada Jumat, 12 Oktober 2018 di Pengadilan Tipikor di Lampung," pungkas Febri.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More