Forgot Password Register

KPK Panggil Pimpinan PT Pilog Terkait Kasus Bowo Sidik

KPK Panggil Pimpinan PT Pilog Terkait Kasus Bowo Sidik ilustrasi (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) panggil dua Pimpinan PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog) dalam kasus suap Bowo Sidik Pangarso (BSP) terkait kerjasama pelayaran distribusi pupuk. Keduanya yakni, Dirut PT Pilog Ahmadi Hasan dan Direktur Administrasi dan Keuangan PT Pilog Teguh Hidayat Purbono.

Selain itu KPK juga memanggil Marketing PT Humpuss Transportasi Kimia (HTK) Benny Widata. Diketahui PT HTK merupakan perusahaan yang menyediakan jasa pelayaran untuk distribusi pupuk.

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan ketiga saksi diperiksa untuk tersangka Asty Winasti (AWI), Marketing Manager PT HTK, yang merupakan pemberi suap kepada Bowo Sidik, mantan Anggota DPR.

Baca juga: KPK Periksa GM PT Pupuk Indonesia Logistik Dalami Suap Bowo Sidik

Sebelumnya Febri mengungkapkan bahwa penyidik tengah mendalami sejumlah peran dari para Pimpinan PT Pilog dalam pengurusan perjanjian antara PT PILOG dan PT HTK. Diketahui perjanjian kerjasama penyewaan kapal dari PT HTK sebenarnya sudah dihentikan.

Namun KPK menemukan ada upaya agar kapal PT HTK bisa digunakan untuk distribusi pupuk dari PT Pilog. Untuk merealisasikan itu, PT HTK meminta bantuan pada Bowo Sidik.

"BSP pasti tidak melakukan itu sendirian. Karena BSP tidak punya kewenangan dan tidak punya posisi di PT pupuk Indonesia. Karena itulah dalam proses ini pasti kami juga menelusuri bagaimana BSP dan dengan siapa BSP bekerjasama, ataupun minimal pada siapa BSP meminta dan menindaklanjuti permintaan yang diajukan oleh PT HTK nanti itu akan kami dalami lebih lanjut," jelas Febri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (14/5/2019).

Baca juga: Bowo Sidik Ubah BAP Soal Enggartiasto dan Sofyan Basir, Ada Tekanan? 

Ia menambahkan KPK menduga ada peran dan porsi dari pihak-pihak di PT Pilog sampai realisasi perjanjian tersebut dilakukan. Namun KPK belum memastikan pihak yang diduga terlibat pada dugaan kasus suap tersebut.

"Kami belum sampai ke sana. Karena pertama kami fokus pada pokok perkaranya dan yang kedua uraian peristiwanya pasti akan kami telusuri lanjut. PT HTK diduga minta bantuan BSP dan BSP kemudian menemui siapa atau meminta siapa atau mempengaruhi siapa di PT pupuk Indonesia tentu akan kami telusuri lebih lanjut," ungkapnya.

Dalam kasus ini, Bowo diduga meminta fee pada PT HTK atas kembalinya kerjasama tersebut. Kader Golkar itu meminta biaya angkut yang diterima sejumlah USD 2 per metric ton. Diduga sebelumnya, Bowo telah enam kali menerima suap diberbagai tempat dengan jumlah Rp 221 juta dan USD85.130. KPK menyebut suap tersebut diterima Bowo melalui perantara orang kepercayaannya bernama Indung.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More