Forgot Password Register

Headlines

Polda Metro Jaya Limpahkan Berkas Perkara Hoax Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan, Ini Datanya

Polda Metro Jaya Limpahkan Berkas Perkara Hoax Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan, Ini Datanya Polda Metro Jaya menunjukkan berkas Ratna Sarumpaet (Foto:Pantau.com/Rizky Adytia)

Pantau.com - Tim penyidik Direktorat Kriminal Umum Polda Metro Jaya melimpahkan berkas perkara kasus penyebaran berita bohong atau hoax yang menjerat Ratna Sarumpaet ke Kejaksaan Tinggi DKI Jakarta, pada Kamis (8/11/2018) pagi.

Pelimpahan berkas ini melewati proses panjang selama kurang lebih satu bulan dengan pemeriksaan beberapa saksi hingga penyitaan puluhan barang bukti.

"Polda Metro Jaya sudah menyelesaikan pemberkasan, dalam berkas ini ada 32 Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka, saksi, dan saksi ahli, dan ada lampiran 63 barang bukti, hari ini akan diserahkan ke kajaksaan tahap pertama," ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono di Mapolda Metro Jaya.

Baca juga: Ini Penjelasan Polisi Terkait Berkas Ratna Sarumpaet yang Belum Dilimpahkan ke Kejaksaan

Setelah dikirimkan oleh tim penyidik, nantinya pihak kejaksaan akan kembali memeriksa berkas-berkas itu untuk mengetahui apakah ada kekurangan materil atau formil.

Jika pihak kejaksaan menilai bahwa berkas itu terdapat kekurangan, berkas tersebut akan langsung dikembalikan ke tim penyidik untuk kembali dilengkapi. Namun, jika pihak kejaksaan telah memutuskan bahwa berkas itu telah lengkap atau P-21, maka tim penyidik akan membawa tersangka Ratna Sarumpaet dan puluhan barang bukti diserahkan ke pihak kejaksaan untuk segera menjalani persidangan.

"Tanggung jawab penyidik untuk menyerahkan tersangka dan barang bukti, hari ini sudah kita komunikasikan dengan kejaksaan hari ini akan kita kirim berkas tahap pertama," terang Argo.

Ratna Sarumpaet telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penyebaran berita bohong atau hoax yang menyebut bahwa dirinya telah menjadi korban penganiayaan oleh beberapa orang di Bandung, Jawa Barat.

Akibat perbuatannya penyebaran berita bohong atau hoax tersebut, Ratna disangkakan Pasal 14 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Pidana Hukum dan Undang-Undang ITE Pasal 28 juncto Pasal 45 dengan ancaman 10 tahun.

Dalam penyidikan hingga saat ini, polisi sudah memanggil beberapa saksi. Mereka yang telah dimintai keterangan di antaranya adalah Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal, Ketua Dewan Kehormatan PAN Amien Rais dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan DKI Jakarta Asiantoro.

Baca juga: Surat Permohonan Tahanan Kota Ratna Sarumpaet Berpotensi Ditolak, Ini Penjelasan Polisi

Selain itu, Wakil Ketua Tim Badan Pemenangan  serta Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon Prabowo-Sandi, Dahnil Anzar Simanjuntak, dan salah staf Ratna bernama Ahmad Rubangi.

Polisi juga telah memeriksa Ketua Cyber Indonesia Muannas Al Aidid sebagai pelapor dalam kasus itu, sopir dan staf Ratna Sarumpaet sebagai saksi.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More