Forgot Password Register

Headlines

Satgas Anti Mafia Bola Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Perusakan Dokumen Persija

Satgas Anti Mafia Bola Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Perusakan Dokumen Persija Satgas anti mafia bola saat melakukan penyegelan kantor PT LIB (Foto: Istimewa)

Pantau.com - Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola kembali menetapkan tiga orang tersangka. Namun, kali ini penetapan itu tak terkait dengan kasus dugaan pengaturan skor melainkan tindak pidana perusakan barang bukti.

Ketiga tersangka itu yakni, Muhammad MM alias Dani, Musmuliadi alias Mus, dan Abdul Gofur. Mereka terbukti masuk kedalam kantor Komisi Disiplin (Komdis) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) yang sebelumnya telah disegel.

Baca juga: Duh, Ada Dokumen Rusak Sebelum Satgas Anti Mafia Bola Geledah Kantor PT Liga Indonesia

"Iya benar (tiga orang ditetapkan tersangka). Mereka masuk kedalam kantor Komdis yang sudah disegel sebelumnya oleh Satgas," ucap Karo Penmas DivHumas Polri, Brigjen Dedi Prasetyo saat dikonfirmasi, Sabtu (9/2/2019).

Sayangnya saat disinggung mengenai barang bukti yang dirusak oleh ketiga tersangka di kantor yang beralamatkan di Jalan Rasuna Timur, Menteng atau Setiabudi, Jakarta Selatan, Dedi menyebut belum bisa memastikan hal itu.

Akan tetapi, Dedi menyebut bahwa ketiga tersangka tak dilakukan penahanan dengan alasan pertimbangan tertentu. Meski demikian, ketiganya tetap dijerat dengan Pasal 363 dan atau pasal 235 KUHP dan atau Pasal 233 KUHP dan atau Pasal 232 KUHP dan atau Pasal 221 KUHP jo Pasal 55 KUHP.

"Para tersangka tidak ditahan dengan pertimbangan kooperatif saat pemeriksaan," jelas Dedi.

Diberitakan sebelumnya, Satuan Tugas (Satgas) Anti Mafia Bola menggeledah Kantor Komisi Disiplin (Komdis) PSSI), Rasuna Office Park D0-07, Jakarta Selatan, Jumat, 1 Februari 2019.

Baca juga: Polisi: Berkas yang Dirusak Sebelum Penggeledahan adalah Dokumen Keuangan Persija

Dalam penggeledahan itu, penyidik menemukan dokumen laporan keuangan dari tim Persija Jakarta yang telah tersobek.

Penggeledahan pada kantor PT Liga Indonesia itu merupakan tindak lanjut dari pelaporan mantan Manajer Persebara Banjarnegara Laksmi Indaryani. Ini terkait pengatur skor pada pertandingan sepak bola.

Share :
Komentar :

Terkait

Read More