Pantau Flash
Catat! Ini Janji Menko Luhut Soal Solusi Masalah Sawit Indonesia
Menlu Iran: AS Tak Bisa Bikin Teluk Persia Kacau
Dari 20 Nama 4 Anggota Polri Lolos Profile Assessment Jadi Capim KPK
Dirut Jasa Marga Dukung Pemindahan Ibu Kota: Tol di Kalimantan Sudah Ada
Kapolsek Sukajadi Diperiksa karena Diduga Kirim Miras ke Mahasiswa Papua

Smartphone Canggih Buat Jualan di Sosial Media Makin Laris

Smartphone Canggih Buat Jualan di Sosial Media Makin Laris Ilustrasi (Foto: Pixabay)

Pantau.com - Skala pasar sektor perdagangan sosial China diperkirakan akan mencapai 2,07 triliun yuan ($ 302 miliar) pada tahun 2019, meningkat 63,2 persen tahun-ke-tahun. Hal ini karena penggunaan teknologi seluler untuk mengakses media sosial menjadi semakin populer di China.

Pendapatan penjualan dari platform perdagangan sosial akan mencapai 20 persen dari pasar ritel online negara itu tahun ini, dan proporsi ini akan berjumlah lebih dari 30 persen pada tahun 2020, menurut laporan yang dikeluarkan oleh Internet Society of China dan Chuangqi Social Commerce Research.

Baca juga: Tak Hanya Indonesia, China Juga Pindahkan Penerbangan ke Bandara Baru

Dikutip China Daily, perdagangan sosial adalah subset dari perdagangan elektronik yang melibatkan penggunaan media sosial, media online yang mendukung interaksi sosial dan kontribusi pengguna, untuk membantu dalam pembelian dan penjualan produk dan layanan secara online. Model pembelian dan diskon kelompok Pinduoduo terus menjadi berita utama tahun lalu.

Laporan itu juga mengatakan jumlah orang yang bergerak di bidang perdagangan sosial diperkirakan akan mencapai 48,01 juta pada 2019, naik 58,3 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu. Selain itu, kecenderungan berkenaan dengan integrasi saluran belanja online dan offline akan diperkuat, dengan produk yang beragam dan dipersonalisasi disukai oleh konsumen China.

Baca juga: Ritel Asing Jamah Indonesia, Pengusaha: Kita Enggak Pernah Khawatir

Para ahli mengatakan perdagangan sosial telah menjadi kekuatan pendorong untuk booming e-commerce. 

"E-commerce pada platform jejaring sosial meningkat di industri ritel karena orang semakin menggunakan ponsel dan tablet untuk menggantikan belanja online berbasis PC, sehingga pembelian kelompok telah mendapatkan daya tarik," kata Cao Lei, direktur Riset E-Commerce China Pusat.

Dia menambahkan perdagangan sosial akan menjadi metode utama dalam industri e-commerce ini, dan akan menarik lebih banyak raksasa teknologi dan modal.

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni
Category
Ekonomi

Berita Terkait: