Pantau Flash
Korsel Kucurkan USD74 Juta Garap Sistem Antidrone Antisipasi Ulah Korut
Menteri Energi Arab Saudi Targetkan Produksi Minyak Pulih Akhir September
Hindari Asap Karhutla, Satwa Liar Banyak Masuk ke Permukiman Warga
Karhutla di Indonesia Diprediksi hingga Akhir September
Data: Tren Penggunaan Robot pada Industri Indonesia Naik

Uni Eropa Tutup Pelintasan Udara untuk Boeing 737 Max 8

Uni Eropa Tutup Pelintasan Udara untuk Boeing 737 Max 8 Anggota Uni Afrika memberikan penghormatan untuk para korban jatuhnya pesawat Boeing 737 Max 8 milik Ethiopian Airlines. (Foto: Reuters/Bax Ratner)

Pantau.com - Regulator keselamatan penerbangan Uni Eropa, European Aviation Safety Agency (EASA) pada Selasa (12 Maret 2019) menutup perlintasan udara untuk semua pesawat jenis Boeing 737 Max 8 usai tragedi jatuhnya Ethiopian Airlines.

Setelah penghentian semua Boeing 737 Max 8 di Uni Eropa, media penerbangan non-komersial AIRLIVE melaporkan, dua SmartWings Boeing 737 Max 8 telah dialihkan dari bandara Praha untuk meninggalkan wilayah udara Uni Eropa.

Pada Minggu (10 Maret 2019), penerbangan Naorobi-bound 737 Max 8, yang dioperasikan oleh Ethiopian Airlines jatuh beberapa menit kemudian usai lepas landas sari Addis Ababa, Ethiopia. Semua penumpang dan awak kapal yang berjumlah 157 orang dari 30 negara tewas dalam peristiwa itu.

Baca juga: Mengenal Ethiopian Airlines, Maskapai Penerbangan Terbesar di Afrika

Melansir Sputnik, Rabu (13/3/2019), otoritas penerbangan dan maskapai penerbangan di beberapa negara, termasuk Uni Eropa, China, Singapura, Indonesia, Malaysia, dan Australia, telah menghentikan semua operasi Boeing 737 Max 8 menyusul dengan insiden tersebut.

Kecelakaan Ethiopian Airlines merupakan bencana kedua yang melibatkan pesawat dengan model yang sama dalam kurun waktu enam bulan. Sebelumnya, pada Oktober 2018, penerbangan Lion Air JT-610 jatuh di Laut Jawa, yang menewaskan seluruh penumpang dan awak kapal dengan total 180 orang.

Baca juga: Australia Ikutan Tahan Operasi Pesawat Boeing 737 Max 8 

Meski demikian, pihak Boeing mengatakan dalam sebuah siaran pers, Senin (11 Maret 2019), dalam kecelakaan pesawatnya di Ethiopia, seluruh armada 737 akan mengadopsi perangkat baru, dengan peningkatan perangkat lunak dalam beberapa minggu mendatang.

Dalam pernyataan terpisah, CEO Dennis Muilenburg memperingatkan para karyawan Boeing untuk menghindari spekulasi sebelum penyilidikan mengungkap penyebab jatuhnya pesawat. 

Share this Post:
Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Noor Pratiwi
Category
Internasional

Berita Terkait: