
Pantau - Curah hujan tinggi menyebabkan banjir di Kabupaten Tanjung Jabung Barat (Tanjabbar), Jambi, sejak Jumat (2/1) hingga Sabtu (3/1), merendam puluhan rumah warga dan mengganggu akses jalan di sejumlah wilayah, termasuk ruas Jalan Lintas Timur Sumatera.
Kepala BPBD Tanjabbar, Zulfikri, menyampaikan bahwa sebanyak 34 rumah warga dari tiga desa di Kecamatan Tungkal Ulu terdampak banjir, meskipun air mulai surut di beberapa titik.
"Laporan terakhir ada tiga desa yang terendam tetapi tidak semua kena banjir penuh, hari ini sudah mulai surut airnya di sejumlah desa," ujarnya.
Tiga Desa di Tungkal Ulu Terendam, Akses Jalan Terhambat
Di Desa Pematang Pauh, banjir disebabkan oleh meluapnya sungai di sekitar desa, merendam 14 rumah warga di RT 02, RT 03, dan RT 05, serta Kantor Desa.
Air juga menggenangi Jalan Lintas Timur Sumatera, mengganggu arus lalu lintas.
Di Desa Tanjung Tayas, banjir berasal dari luapan Sungai Bumbung dan merendam 18 rumah di tiga RT.
Akses jalan dari luar lintas menuju dusun terputus karena kendaraan roda dua dan empat tidak dapat melintas.
Sementara itu, di Desa Badang, dua rumah warga terdampak karena posisinya berada di dekat kebun dan kolam.
Lima kolam ikan rusak dan bibit ikan dilaporkan hanyut akibat banjir.
Banjir Juga Terjadi di Muara Papalik dan Batang Asam
Banjir turut melanda Desa Rantau Badak di Kecamatan Muara Papalik serta Desa Tanjung Bojo dan Desa Dusun Kebun di Kecamatan Batang Asam.
Data jumlah rumah terdampak di wilayah tersebut masih dalam proses pendataan oleh petugas.
BPBD bersama Dinas Sosial telah menyalurkan bantuan logistik dan melakukan pengaturan lalu lintas di titik-titik banjir.
Debit Air Naik di Tiga Lokasi Utama, Polisi Imbau Warga Waspada
Kapolsek Merlung, AKP Agung Heru Wibowo, memimpin pengecekan langsung di lokasi terdampak untuk memastikan kondisi keamanan masyarakat dan kelancaran akses jalan.
Berdasarkan pantauan sejak pukul 09.00 WIB, tiga titik utama mengalami peningkatan debit air signifikan:
Jalan Lintas Tengah Tebo–Merlung (Desa Lubuk Terap): air naik hingga ±100 cm atau setinggi pinggang orang dewasa, arus lalu lintas terganggu.
Desa Tanjung Paku: air setinggi 60 cm mulai memasuki permukiman, 10 rumah warga terdampak.
Pasar Kalangan Desa Merlung: air setinggi 60 cm mengganggu aktivitas ekonomi warga.
"Kami mengimbau warga untuk tetap waspada, mengingat wilayah hulu di Renah Mendaluh saat ini masih terpantau hujan. Potensi kenaikan debit air kiriman sangat mungkin terjadi," kata AKP Agung.
Polsek Merlung telah memberikan imbauan kepada warga yang tinggal di bantaran sungai dan wilayah rendah agar siaga untuk evakuasi.
Pihak kepolisian juga telah berkoordinasi dengan Polres Tanjab Barat guna mengajukan dukungan logistik dan pergeseran peralatan SAR ke wilayah terdampak.
- Penulis :
- Gerry Eka








