Pantau Flash
Anies Baswedan Perpanjang Tanggap Darurat Jakarta hingga 19 April
Positif COVID-19 Meningkat, 1.155 Kasus, 102 Meninggal, dan 59 Sembuh
Cegah Penyebaran Virus Korona, Menag Imbau Masyarakat Tidak Mudik
Seorang Dokter Positif Tertular Virus Korona dari Klaster Bima Arya
Presiden Prancis Ingatkan Italia Waspada Bantuan China dan Rusia

4 Cara Ini Bisa Buktikan Keaslian Emas, Awas Salah Beli Barang Palsu

Headline
4 Cara Ini Bisa Buktikan Keaslian Emas, Awas Salah Beli Barang Palsu Emas Batangan (Foto: Antam)

Pantau.com - Sering terima jual beli emas? Kalian harus mahir dalam menilai emas asli dan emas abal-abal.

Kok abal-abal? iya soalnya ada saja penjual emas yang suka nakal yang membohongi pembeli dengan menyodorkan kuningan. 

Biar kita enggak kena kibul orang macam ini, berikut Pantau.com berikan langkah mendeteksi emas asli;

1. Pengecekan Visual


(Foto: Pixabay)

Setiap emas asli pasti memiliki cetakan atau stempel kadar karatnya seperti 10K, 14K, 18K, 22K, atau 24K.

Kaca pembesar memudahkan pengecekan ini. Tapi jangan salah, ada juga emas palsu bisa saja mengakali dengan stempel juga. Jadi lakukan pengecekan langkah selanjutnya.

Baca juga: Selain Turunkan Harga, Ini Alasan Bukti Pembelian Emas Tak Boleh Hilang

2. Warna 


Foto: Emas King Halim

Amati perubahan warna terutama di area yang mengalami gesekan. Kalau emas tampak memudar dan menunjukkan logam berbeda di baliknya, perhiasan atau kepingan itu mungkin berlapis emas.

3. Digigit


Ilustrasi medali emas (Foto: Pixabay)

Kenapa harus gigit? perlu kalian tahu, emas memiliki sifat lembek. Itu sebabnya emas untuk perhiasaan diberikan tambahan dan tidak ada perhiasan dengan kadar 24 karat. Nah jika kalian gigit emas itu kemudian bekas gigitan ada telihat bisa dipastikan itu memang emas asli.

Baca juga: SIM Bisa Jadi e-Money Akan Grand Launching 22 September, Bedanya Apa Ya?

4. Tes Magnet


Ada tidak emas menempel oleh magnet? nah dengan metode ini anda akan mengetahui, jangan-jangan perhiasan yang anda akan beli emas asl atau campuran kuningan atau tembaga.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Nani Suherni

Berita Terkait: