Abraham Samad Sebut Putusan MK Hilangkan Ciri Khas KPK Sebagai Lembaga Independen

Headline
Abraham Samad (Foto: Instagram/abrahamsamd_)Ketua KPK periode 2011-2015, Abraham Samad (Foto: Instagram)

Pantau – Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan gugatan perpanjangan masa jabatan pimpinan KPK menjadi lima tahun. Hal ini turut mengundang sejumlah pihak angkat bicara

Mantan Ketua KPK Abraham Samad mengatakan, perubahan masa jabatan menjadi lima tahun itu berpotensi menghilangkan independensi dari KPK.

Samad mengatakan, meskipun KPK kini menjadi rumpun eksekutif setelah Undang-Undang KPK direvisi, tetap perlu ada pemisahan periodisasi antara KPK dengan lembaga eksekutif lainnya.

Baca Juga: Tanggapi Perpanjangan Masa Jabatan Pimpinan KPK, Saut Situmorang: Semakin Politis

Ia menilai, hal itu didasari pada dasar filosofi dan sosiologis pendirian KPK sebagai lembaga independen yang secara khusus bertugas pada pemberantasan korupsi.

“Oleh karena itu, kalau MK memutuskan format pimpinan KPK lima tahun, berarti tidak ada lagi ciri khas sebagai lembaga independen,” kata Samad saat dihubungi, Jum’at (26/5/2023).

Selain itu, Samad juga menyebut pembedaan periodisasi masa pimpinan juga penting untuk menunjukkan KPK merupakan lembaga eksekutif yang independen.

Baca Juga: Alex Marwata Siap Pensiun dari KPK, Tak Peduli Perpanjang Jabatan

“Karena ia menjadi role model bagi lembaga negara lainnya. Jadi, kalau disamakan, berarti sudah tidak punya kekhususan. Dia boleh jadi eksekutif, tapi dia harus punya ciri khas,” tandasnya.

Senada dengan hal tersebut, eks pimpinan KPK lainnya, Saut Situmorang juga mempertanyakan argumentasi hukum Mahkamah Konstitusi mengabulkan gugatan tersebut.

“Jadi dianggap kalau skemanya empat tahun itu disebut konflik karena satu periodisasi presiden, ada dua periode pimpinan KPK. Ini logikanya paradoks. Dibuat empat tahun itu biar ada check and balance pimpinan sebelumnya,” kata Saut.

Tim Pantau
Reporter
Aditya Andreas
Penulis
Aditya Andreas