Pantau Flash
KPK Tetapkan Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin Tersangka
Covid-19 RI 16 Oktober: Kasus Positif Naik 997 dengan Pasien Sembuh 1.525
Buntut Kabur Karantina, Polda Metro Jaya Bakal Periksa Rachel Vennya 21 Oktober
Polda Metro Gerebek Holywings Tebet, Ada Ratusan Orang Masih Berkerumun
Jokowi Ogah Manjakan BUMN Sakit: Terlalu Sering Dapat Proteksi, Maaf Enak Sekali

BEM SI Demo di Depan KPK Usai Ultimatum Tak Digubris Jokowi, Ratusan Personel Disiagakan

Headline
BEM SI Demo di Depan KPK Usai Ultimatum Tak Digubris Jokowi, Ratusan Personel Disiagakan Ilustrasi. (Foto: Antara)

Pantau.com - Ratusan personel gabungan dari kepolisian termasuk Satuan Brimob dan Pemadam Kebakaran (Damkar) bersiaga guna mengawal dan mengamankan demo Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kawasan Setiabudi, Jakarta Selatan.

"Tentunya kita ini hanya ada kenaikan sedikit eskalasinya kira-kira dari 500 sekarang 600 lah," kata Wakapolres Metro Jakarta Selatan AKBP Agustinus Agus Rahmanto saat ditemui di depan Gedung KPK, Senin (27/9/2021).

Agus mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak guna mengantisipasi rencana aksi yang dilakukan oleh sejumlah elemen. Lebih lanjut, Ia menuturkan bahwa kepolisian telah mendapatkan pemberitahuan terkait aksi tersebut.

Baca juga: KPK Sebut 56 Pegawai yang Diberhentikan Dapat Tunjangan Hari Tua

Dalam penyampaian aksi nantinya, Agus berharap dapat berlangsung dengan humanis dan damai. "Kita tetap tidak terlalu spesifik untuk perbanyak pasukan, tapi kita tetap ke depankan humanis," ujar Agustinus.

Saat pengamanan, Agustinus menambahkan petugas akan mengedepankan cara humanis untuk mengurangi gesekan yang terjadi antara personel dengan rekan-rekan yang melaksanakan kegiatan menyampaikan pendapata di muka umum. "Karena bagaimanapun juga apa yang disampaikan aksi damai, kita juga berusaha menyampaikan dan berikan pelayanan pengamanan," tutur Agustinus.

Dia mengatakan bahwa pelibatan instansi lain dalam penanganan tersebut dilakukan guna mengantisipasi kemungkinan yang bakal terjadi pada saat penyampaian aspirasi. "Kita tanda kutip ada kemungkinan-kemungkinan lain, contoh siapa tahu ada kebakaran di sini, yang bisa membuat provokasi, nah itu cepat dipadamkan," ungkap Wakapolres Metro Jakarta Selatan itu.

Baca juga: 56 Pegawai KPK Tak Lulus TWK Akan Diberhentikan dengan Hormat pada 30 September

Sebelumnya, beredar informasi bahwa BEM Seluruh Indonesia berencana menyampaikan aspirasi di depan Gedung KPK terkait pemecatan 57 pegawai nonaktif KPK yang tidak lulus tes wawasan kebangsaan (TWK).

Demonstrasi itu sendiri digelar setelah tiga hari ultimatum terhadap Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) untuk turun tangan menunjukkan keberpihakkan kepada para pegawai KPK telah melewati tengat waktu.

"Aliansi BEM Seluruh Indonesia dengan Gerakan Selamatkan KPK kembali bergerak untuk menindaklanjuti dari ultimatum ke Jokowi yang telah melewati 3x24 Jam dari ultimatum dikirimkan, terlihat tidak ada jawaban dari Presiden Jokowi untuk menunjukkan keberpihakannya kepada 57 Pegawai KPK yang berintegritas," demikian pernyataan Aliansi BEM SI, Minggu (26/9).

Tim Pantau
Sumber Berita
Antara
Editor
Noor Pratiwi
Penulis
Noor Pratiwi

Berita Terkait: