Pantau Flash
Mantan Presiden Marseille Meninggal Akibat Virus Korona
Kasus Positif Korona Meningkat, Rupiah Melemah Rp16.390 per Dolar
Alami Komplikasi Akibat Korona, Bintang 'Star Wars' Meninggal Dunia
Peneliti Indonesia Ikut Riset Gabungan Temuan Obat Covid-19 di Bawah WHO
Presiden Jokowi: Pemerintah dengan BI dan OJK Optimalkan Kebijakan Moneter

RS Darurat Korona Wisma Atlet Diserang Hoax Pasca Beroperasi, Ada Apa?

RS Darurat Korona Wisma Atlet Diserang Hoax Pasca Beroperasi, Ada Apa? Wisma Altlet Kemayoran. (Foto: Antara/Hafidz Mubarak

Pantau.com - Pangdam Jaya Mayjen TNI Eko Margiyono meminta agar masyarakat tidak mudah percaya berita hoax terkait Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet yang beredar di media sosial.

"Kami mengimbau masyarakat jangan panik. Beberapa hari ini banyak berita hoax, khususnya keterkaitan dengan rumah sakit ini," kata Eko Margiyono dalam keterangannya di Graha BNPB, Jakarta, Kamis (26/03/2020).

Dia kemudian mencontohkan salah satu hoax, yaitu cara masuk ke RS Darurat Wisma Atlet melalui seorang dokter. Dia menegaskan bahwa hal itu tak benar. "Di media sosial beredar apabila ingin masuk rumah sakit hubungi dokter dengan memberi nomer handphone. Itu semua berita hoax," tambahnya.

Baca juga: Pemkab Bekasi Mulai Rapid Test dengan Metode 'Door to Door'

Eko juga mengimbau kepada siapa aja agar tidak memperkeruh suasana dengan membuat berita hoax. "Saya mengimbau kepada siapapun yang buat berita hoax agar hentikan jangan kita perkeruh suasana," ujarnya.

Eko juga mengajak kepada semua pihak untuk bersama-sama melawan virus COVID-19, salah satunya dengan mengikuti anjuran pemerintah untuk mengurangi aktivitas di luar rumah.

"Kami mengimbau untuk mari kita bersama komponen masyarakat untuk disiplin. Mematuhi imbauan pemerintah untuk jaga jarak karena itu salah satu cara memutus mata rantai penyebaran virus korona," imbuhnya.

Baca juga:  Jika Pasien Melonjak, RS Darurat Wisma Atlet Operasikan 2 Tower Tambahan

Dia menambahkan, rumah sakit darurat Wisma Atlet menerapkan sistem pelayanan kesehatan safe handling dengan meminimalkan kontak pasien dengan petugas perawat.

"Rumah sakit ini beda dengan yang lain karena menerapkan sistem pelayanan safe handling, dengan sistem video call. Kedua self karantina, ketiga limitasi kontak dengan petugas, keempat apabila semakin memberat akan dirujuk ke RS rujukan," ujarnya.

Eko mengatakan sudah ada beberapa pasien yang dirujuk ke rumah sakit rujukan pemerintah karena menunjukkan gejala yang berat saat dirawat di Wisma Atlet. "Ada beberapa pasien yang datang setelah diperiksa menunjukkan gejala berat kemudian dirujuk," imbuhnya.

Tim Pantau
Editor
Widji Ananta
Penulis
Kontributor - WIL

Berita Terkait: