Pantau Flash
Pelaku Pelecehan Seksual saat Rapid Test di Bandara Soetta Jadi Tersangka
Ilham Saputra Ditunjuk sebagai Pelaksana Harian Ketua KPU
BMKG Keluarkan Peringatan Cuaca Ekstrem hingga 28 September
Positif COVID-19 Betambah 4.071, Total Menjadi 252.923 Kasus
Pendapatan Negara Turun 13,1 Persen, hingga Agustus Capai Rp1.034,1 T

Penelitian: Perempuan di Banyak Negara Ternyata Masih Tabu Bicarakan Haid

Penelitian: Perempuan di Banyak Negara Ternyata Masih Tabu Bicarakan Haid Ilustrasi. (Foto: shutterstock)

Pantau.com - Menurut sebuah penelitian di Inggris yang berpusat dalam kesehatan seksual dan reproduksi perempuan mengungkapkan, kata haid masih tabu digunakan di banyak negara.

Penelitian tersebut dilakukan pada 90.000 orang dari 190 negara dan menemukan bahwa perempuan menggunakan 5.000 "tanda" untuk haid dalam menghindari pembicaraan dengan teman atau saudara laki-laki, dan beberapa orang memilih bolos sekolah atau kerja untuk menghindari gejala datang bulan.

Kebanyakan responden mengatakan, menerima pengetahuan mengenai awal masa haid, namun banyak terjadi kesenjangan. 

Di Rusia, 75 persen mengatakan tidak menadapatkan keterangan cukup. Di Ukraina, sekitar 60 persen dan di India sekitar 40 persen.

Baca Juga: Intip Nih Arti Firasat Haid Berdasarkan Hari

Perempuan Puerto Riko adalah yang paling nyaman berbicara mengenai hal tersebut dengan teman kerja dan teman sekelas laki-laki mengenai masa haid, sebaliknya petanggapan dari Saudi Arabia sangat kecil.

Perempuan Puerto Riko juga menjadi yang paling nyaman berbicara masalah tersebut dengan saudara laki-laki, dan perempuan Jepang hanya 13 persen yang mengatakan mereka merasa nyaman.

Sebanyak 17 persen dari partisipan mengatakan mereka bolos sekolah, kerja bahkan acara karena mereka takut seseorang mengetahui mereka sedang haid.

Hal ini banyak terjadi di Australia, Brazil dan Chile, hampir seperempat petanggapnya melewati sekolah karena mereka sedang dalam masa haid.

Pada skala terakhir, hanya antara lima dan delapan persen orang Singapura, Indonesia dan Italia mengatakan mereka tetap berada di rumah karena mereka tidak mau orang mengetahui mereka sedang dalam masa datang bulan.

Baca Juga: Sering Merasa Nyeri Saat Haid? Ini Penyebabnya!

"Kami butuh melakukan lebih banyak untuk meyakinkan perempuan dan remaja putri dan mereka merasa nyaman berbicara mengenai kesehatan seksual dan reproduksi dan hak mereka, kata Presiden Koalisi Kesehatan Perempuan Internasional, Françoise Girard.

Penelitian tersebut diterbitkan pada Senin dilakukan dengan menggunakan aplikasi kesehatan perempuan Clue, dengan bantuan Koalisi Kesehatan Perempuan Internasional yang berpusat di Amerika Serikat yang menyuarakan kesehatan seksual dan reproduksi perempuan ke seluruh dunia.

Tim Pantau
Editor
Gilang K. Candra Respaty
Penulis
Kontributor - SIG

Berita Terkait: