Forgot Password Register

Headlines

KPK Tetapkan Bupati Bengkalis Jadi Tersangka Korupsi Proyek Jalan

KPK Tetapkan Bupati Bengkalis Jadi Tersangka Korupsi Proyek Jalan Gedung KPK (Foto: Pantau.com/Yusuf Fadillah)

Pantau.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) resmi menetapkan Bupati Bengkalis periode 2016-2021 Amril Mukminin sebagai tersangka dalam kasus dugaan penerimaan suap atau gratifikasi terkait proyek multi years pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning di Kabupaten Bengkalis, Riau.

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif menjelaskan, kasus yang menjerat Amril merupakan pengembangan dalam perkara kasus korupsi proyek peningkatan jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih, Bengkalis Tahun Anggaran 2013-2015 yang telah lebih dulu diusut KPK. 

Laode mengungkapkan, pada tahun 2011, satuan Kerja Dinas PU Kabupaten Bengkalis merencanakan proyek peningkatan beberapa jalan poros dengan total nilai proyek seluruhnya Rp2,5 triliun. 

Baca juga: Hari Ini KPK Kembali Lakukan Penggeledahan di Bengkalis

Proyek pembangunan di Jalan Batu Panjang-Pangkalan Nyirih dan Jalan Duri-Sei Pakning merupakan salah satu dari rencana proyek tersebut. 

"Proyek pembangunan Jalan Duri-Sei Pakning adalah salah satu bagian dari enam paket pekerjaan jalan di Kabupaten Bengkalis tahun 2012 dengan nilai anggaran Rp537,33 miliar," kata Laode dalam konferensi pers di Gedung KPK, Jakarta, Kamis (16/5/2019). 

KPK menduga Amril menerima uang dari perwakilan PT CGA yang mengerjakan proyek jalan di Duri-Sei Pakning. Namun KPK belum menyebutkan nama pihak yang menjadi perwakilan PT CGA.  

Laode menjelaskan kemenangan lelang PT CGA sempat dibatalkan Dinas PU Bengkalis lantaran perusahaan itu dikabarkan masuk daftar hitam bank dunia. PT CGA kemudian menerima surat pembatalan penyedia barang dan jasa (SPPBJ). 

Namun pada tingkat Kasasi, Juni 2015, Mahkamah Agung memenangkan gugatan PT CGA dan berhak meneruskan proyek jalan tersebut.

Baca juga: KPK Ingatkan Caleg Terpilih Segera Laporkan Harta Kekayaannya

Laode mengatakan Amril diduga beberapa kali melakukan pertemuan dengan pihak PT CGA dan menerima uang total Rp5,6 miliar. 

"Tersangka AMU diduga menerima uang setidak-tidaknya sebanyak Rp 5,6 miliar baik sebelum atau pun sesudah menjadi Bupati," ucap Laode.

Atas perbuatannya itu Amril diganjar pasal 12 jurus a atau huruf b atau pasal 11 atau pasal 12 huruf B UU no. 31/1999 sebagaimana telah diubah dalam UU no. 20/2001 tentang tindak pidana Korupsi jounto pasal 55 ayat 1 ke-1 KUHP. 


Share :
Komentar :

Terkait

Read More